Setengah tahun sudah kami di Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB), tak terasa kami akan menuju tahun kedua di RIAB ini. Tetapi, sikap kekanakan kami belum juga berubah. Sudah banyak guru-guru yang mengeluh dengan sikap kami. Kakak-kakak kelas XI MAK I yang terletak bertepatan disamping kelas kami juga mungkin tidak tahan dengan sikap kekanakan kami. Karena berbagai jurus tidak berhasil, akhirnya kami dipindahkan ke gedung sekolah. Dulunya, kelas yang kami tempati itu adalah kelas XII MAK 1 yang kini tidak berpenghuni karena mereka telah menyelesaikan segala bentuk ujian dan di izinkan keluar dari RIAB untuk melanjutkan study mereka ke jenjang yang lebih tinggi, maka kelas itu menjadi markaz kami yang baru. Kelas yang dulu di asrama, kini menjadi asrama santriwati seutuhnya dan tidak akan menjadi hal yang menakutkan lagi bagi para ustadz yang ingin masuk ke kelas X MAK 1 dan XI MAK I. Memang, kelas yang sekarang ini tidak senyaman kelas yang dulu. Kelas yang tidak memiliki kipas angin, gelap, dan suasanya cocok untuk tidur itu membuat kami ingin segera kembali ke kelas yang dulu. Tapi apa daya tangan tak sampai. Markaz baru kami yang terletak tepat disamping kantor pengajaran Ruhul Islam Anak Bangsa, membuat kami tidak sebebas dulu. Tidak ada ribut, tidak ada kantin, tidak ada keluar dari kelas jika tidak ada guru. Dalam sekejap, jadilah kami seperti anak-anak yang paling patuh dengan gurunya. Rasanya, hati ini ingin memberontak dengan suasana yang tidak biasa ini bagi kami. Nyanyian yang diiringi dengan ketukan meja yang biasanya terdengar, kini tidak ada lagi. Dibalik itu semua, sebenarnya kami anak patuh yang benar-benar ingin belajar di dayah ini.
"Perjalanan menempuh ratusan ribu kilometer harus dimulai dengan satu langkah kaki".
About Me
Tampilkan postingan dengan label El-Shafa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label El-Shafa. Tampilkan semua postingan
Selasa, 08 Juli 2014
Sabtu, 05 Juli 2014
El-shafa dulu, sekarang dan selamanya
El-shafa selalu dihati, istimewa dihati. Selamanya rasa ini. Jika tua nanti kita telah hidup masing-masing, ingatlah hari ini. Ingatlah selamanya.
Sepenggal lagu ini tidak akan mampu mengalahkan rasa rinduku kepada kalian semua temanku, saudaraku, keluargaku, El-shafa. Aku begitu rindu suasana kelas. suasana ribut, heboh, serius ketika belajar dan lain lain. Tiga tahun lamanya kita bersama. Bersama untuk mewujudkan mimpi kita, bersama untuk meraih masa depan.