"Perjalanan menempuh ratusan ribu kilometer harus dimulai dengan satu langkah kaki".

Tampilkan postingan dengan label Perjuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perjuangan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Mei 2016

Keluhan yang Terbayar

20.17 Posted by azkasadan No comments
Semester ini, aku mengeluh tidak henti-hentinya karena (ke)banyak-an aktifitas di luar akademik ditambah lagi dengan nekadnya mengambil credit hours yang terbilang tidak sedikit. Karena ingin cepat selesai kuliah? Tidak juga, hanya saja aku bosan dengan sem sebelumnya yang mata kuliahnya itu-itu saja. Aku ingin menantang diriku untuk berkecimpung di segala sisi (heleeeh). 

Walhasil, hampir bisa di katakan sem ini adalah semester dengan keluhan yang berkepanjangan. Ya, karena terkadang aku kewalahan dengan segudang aktifitas sedangkan aku sendiri masih acak-adul dalam memanage waktuku sendiri. 

Disinilah waktuku belajar bagaimana membagi waktu yang baik. Semua orang juga tau teori yang sangat efektif dalam mengatur waktu, tapi tidak semua orang mampu mempraktekkannya, termasuk aku. 
Karena itu aku bertekad kuat untuk membobol zona nyaman ku di semester ini, Bismillah. 



Ternyata, aku sangat menikmatinya. Keluhanku terbayar dengan proses yang aku jalanin. Semester ini benar-benar akan menjadi kenangan untukku. Bagaimana di tengah-tengah sibuknya dengan midterm, tapi ternyata aku memiliki rapat bulanan yang memang harus aku hadiri, ya walaupun tanpaku pun rapat itu tetap akan berjalan, tapi menurutku itulah komitmen. Pun ketika sedang kelelahan karena ini dan itu, ternyata aku selalu punya quiz dadakan keesokannya dengan mata kuliah yang menurutku antara menarik dan membosankan-politik-.

Sedikit lari dari tulisan. Di kampusku, setiap mahasiswa yang mengambil fakultas IRKHS ( Islamic Revealed Knowledge and Human Science), mau tak mau harus berhadapan dengan yang namanya mata kuliah ini. Ya untuk jurusanku sebenarnya hanya pilihan saja, tapi ini lebih menarik daripada harus menghafal segudang istilah-istilah biologi yang asing di telingaku, rasanya terakhir kali aku belajar Biologi ketika aku masih duduk di bangku Mts. 

Nah, itu hanya sepercik dari kegiatan yang tidak begitu banyak di bandingkan orang lain. Sebenarnya, mereka semua menjadi beban di kepalaku karena keluhanku. Dulu, aku mengeluh karena kebanyakan dari jadwalku kosong, kini aku mengeluh karena padatnya aktifitasku. Memang, manusia tidak pernah berhenti untuk mengeluh. 

Tapi akhirnya, aku benar-benar menikmati segala proses ini. Dan aku sadar, semakin banyak kegiatan yang aku ikut serta di dalamnya, semakin menjadi produktif dan semangat dalam melakukan sesuatu, tapi ketika itu kosong malah jadinya melempem tak karuan. Awalnya berniat untuk fokus belajar, tapi hasilnya gravitasi kasur pun bertambah, dan lama-lama kasur menjadi kempes. *eh* 

Saranku, jangan jadi mahasiswa yang hanya berkutat dengan buku dan perpustakaan saja. Memang, itu adalah pilihan semua orang, dan ini hanya saranku. Jika ingin di ambil ya silahkan, jika tidak pun tidak mengapa. 
Hanya saja, kita sebagai manusia memang di tuntut untuk berproduktif karena Allah sudah menganugerahi akal pikiran yang bisa di manfaatkan semaksimal mungkin. 

Semakin banyak aktifitas yang di ikuti, semakin mudah dalam belajar. Karena biasanya, mereka-mereka yang sudah mencari pengalaman ini, semangatnya lebih tinggi dibandingkan manusia kutu-buku yang perpustakaan menjadi rumah kedua bagi mereka. Ini menurut pengalamanku saja tanpa melakukan penelitian ke banyak kepala. Aku menulis ini berdasarkan apa yang aku alami dan apa yang aku saksikan. 

Ayo berusaha untuk menjadi manusia yang produktif, tidak gampang mengeluh apalagi menyerah, dan bermanfaat untuk kalangan banyak. 

Rabu, 27 April 2016

Semester yang Menggila

16.49 Posted by azkasadan No comments
Semester ini adalah semester tergila bagiku. Entah kenapa aku nekat mengambil 20.5 credit hours tanpa pikir panjang. Memang, subject yang aku dalami di semester ini selalu berhasil membuatku berdiri mematung dengan mulut menganga lebar karena takjub dengan apa yang di ajarkan sang duktur. 


Aku bukan orang yang terlalu memaksa diriku untuk harus belajar, karena aku tau kebiasaanku dari dulu yang malas mengulang dan lebih memilih menghabiskan novel-novel atau buku apapun yang berhasil menarik perhatianku daripada harus berkutat dengan muqarrar yang membuat kepalaku ingin pecah saja rasanya.
 
Tapi tidak untuk semester ini. Semua maddah yang aku ambil benar-benar menyita seluruh perhatianku. 
Padahal ketika add subject, aku tidak sempat memikirkan bagaimana yang aku pilih nanti, dsb. Yang penting, ada subject yang di ambil dengan waktu yang sesuai. 


 
Bagiku, pemilihan waktu dalam mengambil mata kuliah itu penting. Contohnya, kamu mengambil maddah yang sangat kamu suka tapi waktunya berkisar antara ashar dan maghrib. Nah, menurutku, itu adalah waktu yang paling tidak sesuai dengan keadaanku. Aku selalu memilih waktu pagi karena pikiran kita masih segar untuk menerima apa yang ingin di pelajari walaupun yaa entah apa subject yang di ambil. 

Oke kembali ke laptop. Kali ini, ada 8 maddah yang aku ambil dengan credit 20.5. Setiap maddah itu 3 ch dan waktunya selama 1 jam 20 menit. Tidak lama bukan? Itu yang aku suka 😅. 
1 maddah itu di pelajari 2 kali dalam seminggu kecuali halaqah. 

Semester ini, aku mengambil maddah qiraat, reading in hadith books, quranic and propethic text (sejenis balaghah dan i'jaz didalam quran dan sunnah), intro to fiqh, tafsir maudhu'i, tilawah, dan ada yang tidak kalah menarik yaitu political science. Nah, semua subject ini menggunakan bahasa arab kecuali politik saja yang menggunakan english. 

Sebagai mahasiswa tentunya aku tidak hanya belajar saja melainkan bergelut di beberapa organisasi kampus, baik yang national maupun international. 
Bukan aku ingin mengeluh, tapi terkadang organisasi-organisasi itu tidak kenal batas. Seperti misalnya rapat mendadak, acara yang terlampau banyak, dsb. 
Tapi, ini adalah resiko yang sudah aku ambil dan bagaimanapun aku harus mampu menyeimbanginya. 

Masalah mengulang, itu adalah hal yang sangat jarang aku lakukan. Sejak duduk di bangku sd sampai kuliah. Begitu-begitu saja tidak ada yang berubah. Kadang aku suka heran dengan diriku sendiri, melihat orang yang sangat ulet dalam mengulang sedangkan aku sama sekali tidak. Berbagai cara sudah aku lakukan, tapi tetap saja aku tak mampu. Hingga kuputuskan menggunakan metode seperti di bangku aliyah dulu. Fokus di dalam kelas, mendengar dengan saksama, itu kuncinya. 

Dan kegilaan di semester ini pun hampir berakhir. Selamat berjuang, jangan mudah menyerah!

Nb: 
* credit hours: sks
* maddah : subject : mata kuliah 
*muqarrar : diktat / bahan ajar

Selasa, 08 September 2015

Ada kenikmatan disetiap usaha

23.27 Posted by azkasadan 4 comments
"Semua orang akan berjuang mati-matian untuk menggapai cita-citanya, termasuk aku !"

Bismillah. 
Selamat pagi, siang dan malam semuanya teman-teman di segala sudut kota. Akhirnya setelah sekian lama menghilang, muncul lagi ini blog (haha), habisnya aku terus-terusan sok sibuk tanpa kabar apapun. Well, kali ini aku cuma mau berbagi pengalaman selama liburan yang Alhamdulillah gak sia-sia deh walaupun gak ngambil short semester (SP-red). Bagiku, sekecil apapun pengalaman yang kita punya, dia tetap berharga sampai kapanpun.

Pulau Langkuas, Belitung.
Dua bulan yang lalu, sekitar tanggal 25 Mei 2015, aku berangkat dari Kuala Lumpur Airport ( KLIA2) menuju Belitung, pulau yang sama sekali tidak pernah terlintas di benakku untuk aku kunjungi. Kali ini bukan untuk liburan, ya walaupun terkadang sambil menyelam minum air, tapi untuk berjuang menggapai salah satu mimpi yang telah aku listkan dengan baik dibuku harianku selain menjelajahi Indonesia. Dengan niat yang selalu kuperbaharui dan tujuan serta semangat yang selalu on-fire tanpa batasan, aku akan memaksimalkan usaha dan doaku untuk meraihnya. 

Sebelum berjuang, ada banyak hal yang harus kamu tau. Untuk meraih sesuatu, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Pastinya, disetiap usaha yang ingin kamu gapai, ada sesuatu yang dirahasiakan oleh Allah agar kita mau berusaha lebih giat. Salah satu persiapan sebelum berperang adalah niat yang lurus, ikhtiar yang serius dan doa yang tulus, mantra inilah yang selalu di ingatkan oleh guru besar kami setiap harinya tanpa kenal bosan.

Setelah mempersiapkan segalanya dengan baik, marilah kita mulai peperangan tersebut. Perang apa ? Perang memakan segala kelezatan kalamNya Dia yang Maha Agung. Dulunya sempat terfikirkan olehku bahwa menghafal alquran itu sulit. Tapi, apa salahnya mencoba sesuatu yang baru (enggak baru juga sih). Karena aku meyakini bahwa ada kelezatan disetiap perjuangan. 

Untuk sesuatu yang ingin kamu gapai, kamu harus keluar dari zona nyamanmu agar kamu bisa mendapatkan lebih dari ekspektasimu. Waktu istirahatmu harus terkorbankan, makan yang biasanya sesukamu, kali ini lebih teratur dan tidak seenak masakan ibu, kasur yang empuk malah terkadang berubah menjadi kasur panas, mandi yang harus ngantri, dsb. Tapi itu bukanlah alasan untuk menyerah. Sudah siap bukan ?

Menghafal alquran itu selalunya mudah asalkan kamu menemukan metodemu sendiri bukan ikutan teman karena terlihat lebih asik dibandingkan punyamu. Kalau metode menghafal itu sudah kamu dapatkan, selanjutnya kamu harus mengontrol waktumu. Nah, buat timetable sebaik mungkin. Misalnya, kemampuanmu menangkap hafalan itu sedikit lebih lemah, kamu bisa mencoba di setiap 10 menit sekali, kamu harus mendapatkan hafalan minimal setengah halaman (pojok). Sedangkan buat kamu yang kemampuannya lebih, usahamu juga harus lebih. Mungkin disetiap menit ke 10, kamu bisa mengingat minimal 1 halaman. Semuanya kembali ke kemampuan setiap individu, karena hanya kamu sendiri yang tau segalanya tentang dirimu. 

Aku ingin sedikit berbagi metode yang aku tau. Yang pertama, kamu bisa membaca 20 kali atau lebih sebelum menghafalnya. Biasanya, jika lisan sering menyebutkan kalam-kalam indah tersebut dan telinga sering mendengarnya, maka kesempatan mengingat lebih besar. Dan yang terpenting, bersabar. Karena cara ini sedikit memakan waktu. Kedua, menuliskan apa yang kamu hafal. Nah, setelah dibaca beberapa kali, tuliskan ia kedalam buku atau Lauh - metode ini bisa dikatakan long term memory- umumnya dipakai di timur tengah dan Maroko khususnya. Selanjutnya, untuk kamu yang bisa berbahasa arab, apa salahnya kalau mencoba menghafal alquran menggunakan terjemahan atau tafsir lebih baiknya lagi. Disamping memudahkan untuk mengingat, juga bisa mentadabburi kandungan alquran supaya kita bisa bersyukur atas segala limpahan nikmat dariNya. Dan sebenarnya masih banyak cara-cara lain yang bisa kamu gunakan, alangkah baiknya jika kamu bisa menggunakan metodemu sendiri yang belum pernah di gunakan sebelumnya. 

Menghafal alquran ini sedikit berbeda dari amalan yang lain, hasil dari menghafal ini bisa langsung kamu dapatkan seketika itu. Bukan setelah kamu selesai, bahkan ketika kamu memulainya, jika kamu bisa meresapinya senikmat mungkin, kamu akan tau letak kelezatannya. 

Gimana ? indah bukan ?. 
Nah, jangan pernah menunda-nunda dalam hal kebaikan. Ingat, lakukan sesuai kemampuanmu. Jangan paksakan dirimu,
Allah melihat usaha bukan hasil. Ayo tunggu apalagi !
Tidak cukupkah hadiah yang Allah berikan kepada kamu-kamu yang menghafal alquran? 
Mahkota indah nan mewah dan masih banyak lagi. 

Tapi sebenarnya bukan itu yang paling penting, mengambil ibrah dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari setelah apa yang kita dapatkan adalah lebih baik daripada sekedar menghafal tanpa tau makna dan aplikasi. 

"ليست العبرة أن نختم القرآن حفظا, تلاوة أو تفسيرا. إنما العبرة أن نعيش معه ! "

Selasa, 28 Oktober 2014

Studying abroad, why not ?

00.50 Posted by azkasadan 9 comments
Bener-bener gak terasa udah dua bulan aku ninggalin keluarga dan temen-temenku di Aceh. Rasanya itu udah kayak iman yang gak pernah netap. Kadang-kadang senang, kadang-kadang sedih dsb. Sebelumnya aku enggak pernah nangis karena merindukan seuatu kecuali hanya untuk orang tuaku, tapi kini aku bener-bener ngerasain itu semua. Mungkin terkesan agak lebay memang, tapi beginilah kenyataannya. Aku rindu oooh aku rindu 😂*ssttt. 

Minggu-minggu terakhir sebelum aku berangkat untuk mengemis ilmu, aku pergi ke semua tempat yang ingin aku kunjungi, ke semua orang yang harus kutemui dan jika aku tidak dapat bertemu, masih ada alat komunikasi yang siap membantu. Banyak sekali nasihat-nasihat yang ku dapat dari teman-temanku dan keluargaku, salah satunya, Azka kamu harus tajdid niat selalu ; ketika kamu bosan atau penat ingatlah selalu kalau kamu belajar untuk Allah, untuk agamamu ; bek lalo, ingat mate (jangan lalai, ingat mati) ; Jaga diri baik-baik disana, karena cuma kamu yang tau diri kamu dan cuma kamu yang dapat mengontrol diri kamu , dan masih banyak lagi. Nasihat terindah itulah yang selalu aku ingat ketika aku mulai merasa bosan. Hey bosan itu adalah perasaan yang sangat biasa dan wajar bagi manusia, tapi itu semua kembali ke diri kamu. Sanggupkah kamu mengendalikan perasaan itu ataukah kamu akan terbuai dengannya ? back to ur self. 

Well, sekarang aku sudah disini horeee, di kampus IIUM ( International Islamic University Malaysia). Sebuah kampus yang tak pernah terbayangkan , tak pernah terfikirkan bahkan tak pernah terlintas di kepalaku. Aku mengenal kampus ini dari orang tuaku, keluargaku dan dari senior-senior disekolahku yang kebetulan pernah mengunjungi kampus ini. Dulu, aku acuh tak acuh dengan tempat kuliahku nantinya, karena aku tipe orang yang tidak bisa punya banyak pilihan. Bagiku satu pilihan itu saja sudah cukup. Tapi ketika masa-masa aku harus memikirkan masa depannku, pilihanku tidak disetujui oleh orang tuaku, apa yang harus aku katakan ? sekalipun nangis darah, orang tuaku tetap bersikeras dengan pilihan mereka. Kali ini, aku benar-benar harus mengalah. Aku hampir seperti orang yang putus asa, tidak tau kemana aku harus melanjutkan studyku. Finally, orang tuaku menyarankanku untuk masuk ke IIUM. Ha ? IIUM ? apa itu IIUM ? gimana bentuk IIUM ? gimana sistem belajar di IIUM ? bahasa apa yang digunakan di IIUM ?. Pertanyaan-pertanyaan itu terus menempel di sudut-sudut kepalaku. Ketika aku mendengar IIUM, detik itu pula aku segera mencari informasi tentang kampus tersebut. Informasi demi informasi telah aku kumpulkan, dan aku setuju dengan pilihan orang tuaku dan segera ku daftarkan diriku ke kampus tersebut melalui international connection. Aku yakin, inilah pilihan yang terbaik bagiku. Dan jika orang tua kita ridha dengan apapun yang kita perbuat, maka yakinlah jalan menuju kesana pasti begitu mudahnya dengan izin Allah sepeti yang telah aku rasakan. Alhamdulillah 'ala kulli hal. 

Main stair di rectory building. Begitu sampai di gate IIUM, bangunan inilah yang pertama kali terlihat 


Waaw, UIA (IIUM) ini luaaaasss sekali, kalimat itulah yang pertama kali keluar dari mulutku tanpa rasa malu. Emang ada yang memalukan ? hehe *maklumlah anak kampung kalau ke negara orang ya beginilah jadinya. Dua hari pertama aku disini, seluruh kakiku pegel-pegel. Gimana enggak coba ? kemana-kemana aku harus jalan kaki, belum lagi asramaku jauh di atas bukit, kamarku di lantai 5 dan waw super duper perjuangan untuk sampai ke kamar. Karena itulah, hal yang paling indah kalau udah sampai ke kamar adalah ke kasur, karena perjuangan menuju kamar itu begitu berat hehe :D. Kini aku sudah terbiasa berjalan kaki kemanapun dan rasa pegel-pegel itu tidak pernah aku rasakan lagi Alhamdulillah. Kampus juga menyediakan bus yang siap antar jemput kita kemanapun tujuannya selama masih didalam komplek kampus. Karena jarak antara asrama dan gedung yang aku tempati lumayan jauh, maka aku memilih untuk menunggu bus didepan gerbang asramaku setiap pukul 08.00 am hari senin,rabu dan jum'at. Walhasil ini adalah cara yang paling efektik untuk menghemat waktu.

Bus IIUM yang siap antar jemput, caaw !!




KICT, kampus yang aku tempati sekarang.


Aku tidak pernah menyesal bahwa orang tuaku menyuruhku untuk masuk ke kampus ini. Karena disini aku mendapatkan hal yang bener-bener luar biasa terutama di bahasa. Sistem kampus ini, mereka tidak mengenal bahasa melayu di dalam kelas kecuali jika memang mata kuliah bahasa melayu yang semua murid wajib mengambil subject tersebut sekalipun orang-orang Malaysia. Disini, kami menggunakan bahasa inggris dan bahasa arab sebagai bahasa pengantar. Bahasa Inggris digunakan untuk pelajaran-pelajaran umum sedangkan Bahasa Arab digunakan pada pelajaran-pelajaran agama.  Semua murid wajib mampu menguasai Bahasa Inggris. Mau gak mau, antara terpaksa dan tidak, aku harus bisa menguasai Bahasa Inggris dan Bahasa Arabku yang sangat pas-pasan ini daripada nanti aku harus duduk manis hanya mendengar tanpa memahami apa yang dosen sampaikan hahaha. Para pengajar pun didatangkan dari berbagai negara dan Malaysia sendiri. Sekalipun dosennya dari Malaysia, mereka tetap harus menggunakan English and Arabic sebagai bahasa pengantar didalam kelas.

Kampus juga memiliki mahasiswa yang kurang lebih dari 125 negara di dunia. Indonesia sendiri menduduki peringkat kedua terbanyak setelah Malaysia, dan itu adalah hal yang sangat sangat wajar. Karena Indonesia sendiri terletak disebelah Malaysia. Berbeda negara otomatis berbeda pula budayanya. Ada tipe manusia yang kalau ngomong itu suaranya besar-besar, dari jauh pun bakalan kedengaran, bagi kami orang lembut-lembut ini itu terlihat kasar, tapi mereka itu hal yang sangat biasa. Ada pula orang-orang yang berkulit hitam, Waw, i never have seen before :D. Dulu hanya bisa dengar cerita ustadz-ustadz tentang orang berkulit hitam, tapi kini menyaksikan sendiri, bahkan teman sekelas dan orang terdekat yang berasal dari Somalia. Dan masih banyak jenis-jenis lain yang membuat hati antara percaya dan tidak percaya.



Ada tiga tempat yang selalu aku kunjungi ketika aku bosan, sedih, penat, senang, semangat lagi membara, dsb. Tiga tempat ini benar-benar mampu menghipnotis diriku. Tapi sayangnya aku tidak pernah bisa berlama-lama disana berhubung jarak asrama dan kampus yang agak jauh sedikit. Itulah yang membuatku ingin pindah asrama agar jaraknya lebih dekat ke tempat-tempat tersebut. Masjid, iya masjid adalah tempat terindah bagiku. Segala rasa bisa kita tumpahkan disana, bisa untuk tempat ibadah, tempat mengadu, tempat belajar bahkan tempat tidur hahahaha. Jujur aku selalu tidur siang sebelum dzuhur atau pada pukul 10.00 sampai pukul 11.00 di masjid, berhubung jarak ke asramaku sedikit jauh . Terkadang tidur siang adalah menjadi kebutuhan bagiku. Kalau tidak terpenuhi, bisa-bisa aku mengantuk berat di kelas dan ini hal yang pernah aku alami haha. Yang kedua adalah perpustakaan. Perpustakaan yang memiliki segala jenis buku, mulai dari kitab-kitab klasik sampai novel dan komik yang menggunakan bahasa inggris. Selain kitab-kitabnya lengkap, ruangannya pun sejuk dan segala sistem pinjam meminjam buku serta pengembalian menggunakan mesin yang harus di register menggunakan matric card atau student card. Waw, tempat yang cukup nyaman untuk mengistirahatkan otak sejenak. Dan yang ketiga adalah.......................
Kantin, haha :D iya kantin adalah tempat yang paliiing nyaman. Ibaratnya keluarga, mereka selalu mengharuskan seluruh anggota keluarganya untuk makan bersama di meja makan untuk menciptakan suasana keakraban. Begitu juga dengan kami, kantin adalah pilihan yang paling tepat untuk menciptakan suasana kekeluargaan dengan teman-teman dari berbagai negara.



Masjid Sultan Ahmad Shah IIUM Gombak




Dar Al-Hikm Library

Suasana di dalam Dar El-Hikmah IIUM library

So, studying abroad siapa takut ?
Kalau memang dari sekarang ada niat ingin belajar ke luar negeri, pasang niat bagus-bagus dan fokus. Ingat ! bukan berarti belajar didalam negeri tidak bagus, melainkan kita ingin mencari pengalaman lebih dan ingin memiliki lebih banyak teman, thats all. Karena sebenarnya dimanapun tempatnya itu sama saja. Untuk apa belajar jauh-jauh ke negeri orang tapi kerjaannya bukan untuk belajar, melainkan hanya untuk menghabiskan uang orang tua saja. Masalah tantangan, bosan, capek, itu adalah hal yang sangat sangat biasa dalam menuntut ilmu. Jangan sampai karena capek, kita jadi menyerah dan putus asa. Mampu gak mampu juga hal yang biasa, yang paling penting itu adalah berusaha, berdoa dan tawakkal kepada sang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Ingat ! tidak ada keberhasilan tanpa usaha. Dan yang paling penting adalah Allah is the best planner.
Wallahu a'lam.



Rabu, 22 Oktober 2014

Apa yang kamu pikirkan ?

20.03 Posted by azkasadan No comments
Bosan,muak,penat,letih aaaahhh.... semuanya sudah bersatu padu seperti nano-nano,itulah hal yang aku rasakan saat ini. Tapi apakah aku harus menyerah, menangis lalu mengurung diri di kamar ??
ooh tidaaaakk.. Itu hal yang insyaAllah tidak akan terjadi dalam hidupku. Entah kenapa belakangan ini aku merasa bukan seperti diriku yang dulu. Sebelumnya aku tidak pernah kesusahan dalam belajar. Tapi, kali ini aku benar-benar harus menangis dan bersabar dalam menghadapi ini semua. Ya Rabb, ada apa denganku ? Apa yang merasukiku ? 

Well, ini cukup yang pertama dan yang terakhir. Terlintas di benakku salah satu dari sekian banyak perkataan imam syafi'i tentang ilmu  : 
" اصبر على مرّ الجفا من معلّم # فإنّ رسوب العلم في نفراته
ومن لم يذق ذلّ التعلّم ساعة # تجرع ذل الجهل طول حياته
ومن فاته التعليم وقت شبابه # فكبر عليه أربـــعا لوفاته
حياة الفتى والله بالعلم والتّقى # إذا لم يكونا لا اعتبار لذاته ". 

"Bersabarlah atas kerasnya didikan dari gurumu # Sesungguhnya ilmu itu didapat karena didikan gurumu.
Barangsiapa yang tidak merasakan pahitnya(kehinaan) menuntut ilmu walaupun sebentar # maka ia akan merasakan kebodohan sepanjang hidupnya.
Barangsiapa yang melewatkan masa mudanya untuk menuntut ilmu # maka bertakbirlah untuknya 4 kali karena kematiannya.
Demi Allah, kehidupan pemuda itu dengan ilmu dan taqwa # Kalau keduanya tidak ada, maka tak ada lagi yang dapat mengetahui keberadaannya. 

* Kurang lebih terjemahannya seperti itu.



Nah, menuntut ilmu itu adalah hal yang paling nikmat dan pahit. Wallahi aku tidak pernah merasakan nikmat yang begitu indah selain menuntut ilmu dan beribadah kepadaNya. Dan aku juga tidak pernah merasakan nikmat yang paling pahit, sepahit menuntut ilmu. Bagaimana tidak ? Kita harus berusaha mati-matian untuk bisa memahami apa yang kita pelajari , harus bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, dsb. Tapi apakah kita harus mengalami kesusahan yang begitu besar dalam menuntut ilmu ? 
Jawabannya IYA. Karena tidak ada kenikmatan yang datang setelah bersusah payah dan tidak ada bersusah payah yang berujung keindahan insyaAllah :).

So, Ingat ! menuntut ilmu untuk Allah, only Allah. Kalau mau sukses nikmatilah pahitnya menuntut ilmu. Sekali-kali, hal yang pahit itu juga harus dinikmati. Tapi bukan dengan bermalas-malasan, melainkan berwudhu, shalat, tilawah walau hanya sedikit dan buka buku. Ayo ayo ayo ! Tidak ada manusia yang terlahir dengan sempurna. Mereka juga harus belajar dri merangkak, berdiri, berjalan, berbicara, hingga bisa melakukan apapun seperti saat ini. 

Ketika rasa penat itu mulai melanda lagi,tadahkan kepalamu ke langit. Pejamkan matamu, istighfar kepada sang pemilik hati ini, perbaiki niatmu kembali dan selalulah berpikir positif. 
Dan kunci kesuksesan itu adalah ikhlas. 
Start from now on, Bismillaah.
Jaddid Hayaaatana ! :)